Senin, 26 Oktober 2015

Novelku

Hay guys, aku sebenernya iseng-iseng aja buat cerita ini.Ini semua berawal karena aku hobby banget baca novel, ga PD sebenernya mau di posting ke blog takut ceritanya jelek, mungkin lebay atau ga nyambung. Sorry ya guys mohon di maklumi karena baru belajar.. Selamat Membaca


Jam di tanganku sudah menunjukan pukul 14.20 WIB tetapi aku masih berada di kampus saat ini bersama temanku. Bukan sedang mengerjakan tugas tapi kami hanya sedang bermain-main saja dengan laptop kami, karena kami merasa bosan dengan tugas-tugas kuliah yang semakin menumpuk. Ohh ya, sebelumnya perkenalkan namaku Dyra dan teman yang sedang bersamaku adalah Ima. Ya, kami di sini kuliah satu kampus di jurusan yang sama yaitu kesehatan dan bahkan kami satu kelas. Teman-temanku yang lain sudah lebih dulu pulang mereka adalah Melani dan Ani, mereka lebih suka di kosan tidur saat kami pulang kuliah lebih awal. Sekarang tak terasa kami sudah di tingkat akhir karena kami hanya mengmabil pendidikan D3, terasa singkat memang tapi bagi kami tak cukup mudah untuk menjalaninya. Apalagi kami bergelut di bidang kesehatan tidak hanya tugas yang bertumpuk gunung tapi kami juga di tuntut untuk cekatan dan juga disiplin karena keselamatan pasien adalah yang paling utama.

Langit masih terlihat cerah siang ini karena sekarang masih musim kemarau, dedaunan pun terlihat melambai-lambai karena terpaan sang bayu. Aku lebih suka musim kemarau, tak ada tanah becek, taka ada kubangan air, dan hujan yang terus menerus. Aku paling tidak suka saat musim hujan mulai datang, hujan yang terus mengguyur membuat jemuran lama kering sehingga bergelantungan di bawah atap seperti kelelawar di malam hari, apa lagi kami yang anak kost dan tempatnya sempit. Belum lagi kemana-mana harus bawa mantel, motor selalu kotor seperti kerbau yang baru membajak sawah. Tapi tak sepenuhnya aku membenci musim hujan, ada yang kusuka saat hujan datang, aku bisa tidur lebih nyenyak saat malam hari, mendengarkan musik, dan melihat rintik hujan dari kaca jendela kamarku. Terkadang aku berfikir, sebenarnya hujan itu indah bukan, maksudku bukan hujannya yang indah tetapi yang indah adalah pelangi yang hadir setelah hujan. Aku jadi teringat dengan novel yang pernah ku baca judulnya menghitung hujan, ceritanya sangat menarik aku sampai ketagihan membacanya.

"Ahh tak terasa sang surya sudah akan kembali ke peraduannya, sebaiknya kami pulang."
"Ima, pulang yuk, udah sore nih."
"Jam berapa emangnya Dy,,?"
"Kamu kan pake jam tangan Ima, coba deh kamu liyat tuh jam tanganmu jam berapa."
"Ehh iya udah jam 14.30 WIB Dy.. hehe ya udah yuk pulang."

Kami berjalan beriringan sambil berbincang-bincang.

"Dy aku tadi kan habis buka fb yah, terus aku liat dr. Dyan lagi all aku inbok dia deh."
"Ya ampun Im siapa lagi tuh dr. Dyan,,? coas gebetan kamu lagi."
"Sembarangan aja kamu kalo ngomong Dy, bukan gebetan dia tuh udah punya istri tau."
"Ohhh dia udah punya istri toh,,hehe tak kira dia masih single haha.. ngapain kamu nginbok dia..?"
"Istrinya dr. Dyan itu dr. Obgyn Dy, jadi aku niatnya mau pinjem buku buat nambah-nambah referensi gitu."
"Oohh gitu tak kira kamu ngapain nginbok dia hahaha."
"Makannya Dy kalo ngomong tuh jangan asal ngejeplak aja tuh mulut."
"Hhehe peace Im, tapi kan emang udah dari sononya aku kaya gini hehe..jadi mohon di maklumi ya..terus sekarang gebetan kamu siapa dong Im..?"

Kami udah sampai di kosan, cape banget rasanya padahal jarak kampus sama kost ga jauh paling 5 menit.

"Tepar enak deh nih kayanya." kataku dalam hati.
"Im, aku ngantri mandi abismu ya."
"Ya." jawab Ima singkat.

Sudah menjadi adat dan peraturan di kost kami kalo mau mandi harus ngantri dulu layaknya orang ngantri membeli tiket di stasiun kereta, yang mengantri nomor terakhir sering kali mereka tak kebagian air terutama saat pagi hari. Hal itu seperti sudah menjadi rutinitas di kost kami.

***

"Krriiinnggg"... alarm hp ku berbunyi, itu berarti sudah menunjukan pukul 4 pagi, setiap pagi aku di bangunkan oleh alarm ku di jam yang sama. Sebenarnya masih sangat mengantuk, tapi aku harus bangun pagi untuk mengantri mandi, tapi hari ini aku memutuskan untuk tidak mengantri dan mandi lebih dulu karena hari ini aku ada kuliah pagi dari dr. Obgyn. Aku tidak boleh terlambat karena kalo aku terlambat lebih baik tidak masuk kelas, itu lah peraturan dosen kami yang berlaku untuk dr. Obgyn tersebut.

"Aduh males banget kuliah pagi, aku masih ngantuk," itulah kata yang selalu aku keluhkan setiap aku ada kuliah pagi, karena hampir setiap malam aku selalu insomnia.
"Kamu sih kapan ga ngantuk, makannya kalo malem jangan begadang," celetuk Ani dari tempat tidur, dia sekamar denganku kami juga sering bangun di jam yang sama.
"Aku bukannya begadang An, tapi aku ga bisa tidur," bantahku pada Ani.
"Apa bedanya Dy, intinya kan tidur malem,"

Kami bertiga berangkat bersama ke kampus aku, Ima, dan Ani, jangan di kira kami bertiga tak menunggu Melani, kami menunggunya hanya saja dia selalu lama saat di tunggu entah apa yang dia cari sebenarnya sering kali dia mondar-mandir kesana-kemari sehingga membuatnya lama.

"Mba ikut berangkat bareng lah," celetuk Oka dari belakang, dia adik kelas kami hanya saja dia memilih jurusan yang berbeda, dia anak farmasi.
"Ya ayo kalo mau bareng," jawab Ima.
"Mba aku pusing banget nih," Oka memulai percakapan.
"Pusing kenapa lagi kamu Ok," tanyaku.
"Itu mba masa si Edo dia marah sama aku gara-gara semalem dia ngomong suka sama aku tapi aku jawabnya pengin sahabatan aja, terus aku juga ngomong sama dia kalo dia udah terkenalnya sama si Ely, gimana ya mba...? aku ga enak koh penginnya aku sahabatan aja, aku takut kalo ntar aku deket sama dia padahal dia lebih dulu deket sama Ely bisa-bisa aku di bantai sama temen satu kelas." tutur Oka panjang lebar.
"Ya udah si, yang penting kan kamu udah jelasin ke dia, biarin aja dulu tar juga pasti dianya biasa lagi." ujarku padanya







0 komentar:

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Posting Komentar